Fakta produktivitas afsnya koneksi internet dalam hubungannya dengan produktifitas

Detikcom – Jakarta, Apakah
produktivitas kerja berkurang gara-
gara karyawan bermain Internet
selama jam kerja? Pernyataan ini pasti
langsung dibantah mentah-mentah
oleh para karyawan. Akan tetapi, HRD
dan manajemen dari berbagai
perusahaan banyak yang setuju
dengan marah-marahnya Hitler, yang
bisa disimak di YouTube dengan
judul “Hitler marah sama
onliners”. Benarkah?
Agaknya kita semua perlu
mencermati fakta-fakta berikut ini:
Pada tahun 2006, Norsiah
Harun, pejabat tinggi
pemerintahan di negara
bagian Johor, Malaysia,
mengatakan penggunaan
fasilitas internet untuk
keperluan pribadi menjadi
salah satu sebab utama
buruknya performa pekerja
pemerintahan. Sekitar 20
persen PNS konon memakai
internet untuk download film
porno, musik, dan game.
Download berukuran besar
juga menyebabkan lambatnya
sistem komputer
pemerintahan
Pada tahun 2007, lembaga
Information Solution Groups
yang mengadakan survei
online ke 2842 pekerja kantor
mengungkapkan, 1 dari empat
atau 24 persen responden
mengaku bermain game saat
sedang ngantor. Bahkan,
sebanyak 35 persen dari
mereka yang berposisi cukup
tinggi seperti eksekutif senior
juga bermain game saat
sedang bekerja.
Pada tahun 2009, Morse, biro
konsultasi riset di Inggris,
mengklaim kebebasan
pemakaian situs jejaring sosial
seperti Facebook/Twitter
merugikan ekonomi Inggris
sejumlah 1,38 miliar
Poundsterling per tahun.
Morse mengadakan polling
pada 1.400 karyawan, dan
terungkap 57% dari mereka
mengakses Facebook pada
jam kerjauntuk urusan
pribadi.
Di Inggris, Portsmouth City
Council (dewan kota
setempat) memblokir
Facebook karena telah
membuat sekitar 4.500
pegawainya kecanduan dan
menghabiskan lebih banyak
waktu untuk Facebook-an
daripada untuk bekerja.
President & CEO WatchGuard,
Joe Wang, memaparkan
bahwa sejumlah lembaga riset
telah melaporkan bahwa
Amerika Serikat kehilangan
milliaran dollar AS per tahun
akibat penurunan
produktivitas. “Karyawan
kehilangan produktivitas
karena waktunya tersedot ke
situs-situs media sosial. Itu
sebabnya diperlukan
application control untuk
membatasi dan mengelola
penggunaannya. Karena
Facebook dan Twitter sejatinya
juga bermanfaat untuk
produktivitas di segmen
industri tertentu,” kata Wang.
Joe Wang juga
mengungkapkan bahwa situs-
situs jejaring sosial juga
memperbesar resiko bocornya
informasi-informasi rahasia
perusahaan, karena karyawan
gemar menulis status updates.
Untuk menjaga karyawan tetap
produktif bekerja, beberapa
perusahaan telah memblokir
Facebook, Twitter, Yahoo!Messenger,
dan layanan lain yang tidak terkait
pekerjaan dari akses Internet kantor.
Tapi karyawan terkadang tetap perlu
Internetan untuk selingan dan
mengurangi stress bekerja. Jadi,
apakah benar Internetan di kantor
mengurangi produktivitas? (A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: