Indonesia, Rumah Terakhir “Sang Naga” Komodo

VIVAnews – Indonesia cukup populer dikenal sebagai habitat dari hewan langka komodo. Minggu kemarin, telah lahir tujuh komodo di Kebun Binatang Surabaya, Jawa Timur.

Telur-telur yang menetas merupakan bagian dari skema inkubasi buatan yang bertujuan menjaga entitas komodo dari kepunahan. Selain itu, skema ini dinilai aman karena mengurangi risiko ancaman bahaya alam liar.

Anak-anak komodo itu lahir dengan berat masing-masing sekitar lima ons. Diperkirakan, saat sudah dewasa hewan ini bisa memiliki panjang sampai 10 meter dan berat mencapai 150 kilogram.

Habitat asli dari Sang Naga ada di Pulau Komodo, yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dari laporan terakhir, saat ini tersisa 4.000-5.000 ekor komodo yang bertahan hidup.

Dilansir NPR, 18 Maret 2013, komodo adalah binatang pemakan apa pun termasuk bangkai. Hewan-hewan seperti rusa, babi, kadal kecil, kerbau, bahkan manusia bisa menjadi santapannya sehari-hari.

Biasanya ketika mangsa sudah dalam cengkraman, kaki komodo yang kuat serta cakarnya yang bergerigi akan mencabik-cabik perut mangsanya untuk menikmati isi perutnya.

Hewan ini juga memiliki senjata rahasia, yaitu air liur. Ya, air liurnya sangat berbisa lantaran mengandung 50 bakteri. Jika mangsa sudah terkena air liur komodo, dalam waktu 24 jam hewan itu akan lumpuh kemudian mati.

Selain itu, komodo juga memiliki indera penciuman yang tajam. Hewan ini bisa melacak keberadaan bangkai dalam jarak puluhan meter.

Empat dari tujuh ekor bayi komodo yang lahir di Kebun Binatang Surabaya, minggu lalu. (NPR)
Laman Reptile Expert mengatakan, sangat sulit menciptakan pasangan bagi komodo. Hewan ini sangat “pilih-pilih.” Bahkan, jika kebun binatang menyatukan sepasang komodo dalam satu kandang, tidak ada jaminan kedua komodo itu akan melakukan proses kawin.

Sebab itu, Kebun Binatang Surabaya melakukan pengembangbiakan buatan untuk komodo. Ini menjadi siasat jitu karena komodo adalah binatang yang sangat sulit dijodohkan.

Namun, ada juga beberapa bukti mencengangkan kalau komodo betina mengalami mukjizat Partenogenesis, atau kelahiran perawan tanpa proses kawin. Ini adalah bentuk reproduksi aseksual di mana pertumbuhan embrio terjadi tanpa pembuahan.

View the original article here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: