General Manager LINE, Simeon Cho: “Kami Akan Gusur BlackBerry Messenger.”

VIVAnews – Popularitas LINE terus melejit, juga di Tanah Air. Layanan pesan instan asal Jepang ini kian banyak peminatnya. Layanan LINE ini menyerupai Blackberry Messenger (BBM). Jika BBM hanya bisa berjalan pada perangkat Blackberry, LINE bisa berjalan di berbagai perangkat seperti Blackberry, iPhone, Android Symbian dan Windows.

Persaingan pada layanan pesan instan seperti ini memang kian sengit. Sejumlah layanan seperti BBM, juga terus mengembangkan diri demi mempertahankan pasar. Layanan BBM ini memang sangat banyak peminat. Lalu aada strategi LINE merebut pasar itu.

Kamis 28 Maret 2013, VIVAnews mewawancara Simeon Cho, General Manager NHN LINE di Jakarta. Berikut cuplikan wawancara itu.

Layanan messenger sedang booming. Bagaimana perkembangan LINE?

Kami juga ikut berkembang, seiring IM lintas platform berkembang. Pekan depan kami akan luncurkan LINE sebagai aplikasi bawaan di Nokia Asha. Anda tahu Asha merupakan kategori ponsel untuk low-end.

Dan, kami juga bangga mempersembahkan LINE pada platfrom Windows PC, juga Mac OS. Jadi, Anda bisa komunikasi, free messaging, buat panggilan (call) dari PC ke PC, PC ke mobile ataupun dari mobile ke mobile seperti halnya Skype.

Saat ini, berapa banyak pengguna LINE di Indonesia?

Saya tidak bisa ungkapkan jumlah pengguna LINE di Indonesia. Tapi pertumbuhannya sangat bagus. Jujur saja, saya baru tinggal di Jakarta bulan ini.

Untuk pengguna di beberapa negara bisa mencapai 10 juta-an. Jumlah di Indonesia, mungkin bisa mencapai 10-20 juta, karena jumlah unduh di sini meroket.

Pertumbuhan smartphone juga sangat pesat, seperti Android, BlackBerry. Tak heran jika melihat populasinya yang mencapai 240 juta. Sebab itu, Indonesia jadi sangat penting bagi LINE. Kami berharap momentum pertumbuhan pengguna smartphone di sini bisa menumbuhkan peluang yang semakin luas.

Apa yang akan dilakukan LINE di Indonesia di tahun 2013?

Tahun lalu merupakan tahun penting bagi peningkatan pengguna LINE di Indonesia. Tahun ini, kami akan investasi lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan konten lokal. Misalnya, lebih banyak menggandeng pengembang game lokal, juga mitra operator.

Bagaimana dengan pendapatan LINE?

Anda tahu bahwa kami ini merupakan organisasi non-profit. Jadi, kami memonetisasi dengan model bisnis di negara-negara seperti Jepang, Thailand, maupun Taiwan, dengan cara model B2C (Business to Company) dan B2B (Business to Business). Misalnya, kami jalankan konten premium seperti LINE Pop dan LINE Game.

Kami juga kembangkan model B2B di Thailand, kami jual brand sticker pada perusahaan. Contohnya, maskapai populer di Thailand, Thai Airways. Kami buatkan model akun resmi LINE, dan kini pelanggan bisa semakin dekat dengan mereka.

Jumlah unduh stricker Thai Airways kini mencapai tiga juta download. Artinya, ada sekitar tiga juta pengguna yang menggunakan tools ini.

Tapi, untuk pengguna LINE, fokus kami bukan untuk membuat uang. Kami mencoba untuk membuat pengguna semakin mudah dan nyaman. Untuk itu, kami tidak ada rencana untuk menyediakan iklan.

Tapi, apakah suatu hari nanti LINE akan berbayar?

Layanan LINE juga akan terus gratis. Saya pikir selamanya, bukan hanya untuk pengguna di Indonesia tapi di seluruh dunia.

Jika untuk pengguna gratis, bagaimana dengan layanan lain, misalnya layanan premium?

Bagi pengguna, tidak ada layanan premium. Semua layanan pengguna akan gratis. Kami hanya jual branding sticker untuk brand perusahaan.

Di Indonesia, bisnis apa yang akan dikembangkan LINE?

Kami tidak fokus pada pasar, tapi pada loyalitas pengguna. Jadi, kami akan menambah konten lokal lebih banyak lagi.

Kami sedang membangun kerja sama dengan banyak operator, tentunya media dan penjual (reseller). Misalnya, dengan buat akun resmi online, Cinemax dan kami beri konten yang bagus.

Kami juga akan menggandeng penerbit game lokal. Dengan lokalisasi konten ini, saya yakin akan meningkatkan loyalitas pengguna LINE.

Perang Instant Messanger (IM) di Indonesia sangat agresif . Lalu, bagaimana dengan LINE?

Di sini banyak anak muda. Karena itu, kami gandeng selebriti lokal seperti Maudy Ayunda untuk menjangkau mereka. Ini strategi untuk meningkatkan pengguna LINE, serta menjangkau komunitas pengguna lokal di sini.

Menurut Anda, siapa kompetitor IM terkuat di Indonesia?

Tentu BlackBerry Messenger (BBM). Kemudian WhatsApp. Saya pikir dua itu. Di Indonesia, posisi BBM sangat kuat. Meski tren di global turun, tapi jumlah pengguna BlackBerry di sini masih sangat signifikan. Jadi, BBM masih jadi kompetitor terbesar.

WhatsApp sudah masuk dua tahun sebelum LINE. Mereka sudah memberikan cross-platform messenger, tapi sepenuhnya LINE tetap berbeda dengan WhatsApp. Kami memperluasnya dengan banyak aplikasi lain. Saya pikir itulah mengapa LINE Play menjadi populer.

Tapi, BBM tetap pesaing nomor satu. Kami akan menjaga peralihan pengguna dari BlackBerry ke smartphone berbasis Android.

Bagaimana karakter pengguna LINE di berbagai negara, ada yang berbeda dengan Indonesia?

Aplikasi LINE Play sangat populer di Indonesia. Ini merupakan salah satu layanan online game, seperti game Facebook.

Saya tidak memahami mengapa ini populer, termasuk di Jepang dan Malaysia. Saat ini, sudah ada enam juta pengguna LINE Play secara global. Sedangkan, LINE Games telah mencapai 100 juta unduh secara global.

Di Indonesia, LINE Games apa yang terpopuler?

Line Play dan Line Pop. Kami usahakan setiap bulan kami rilis LINE Games.

Bicara game lokal, siapa yang sudah bekerja sama dengan LINE?

Maaf sekali. Belum bisa diungkapkan saat ini.

Mungkinkah pengembang lokal bisa mengunggah karyanya di LINE?

Tentu. Tapi, fokus kami adalah pertumbuhan pengguna dulu. Yang jelas, untuk lokalisasi konten, kami akan kerja sama dengan publisher mobile game lokal.

Strategi kerja sama untuk pasar Indonesia?

Selain menggandeng pengembang game, kami juga kerja sama dengan Samsung dan Nokia Asha. Juga membuatkan akun untuk selebriti lokal Indonesia, misalnya Bunga Citra Lestari, Maudy Ayunda, Noah, dan Nidji.

Ini agar meningkatkan loyalitas pengguna LINE di Indonesia. Sejak tahun lalu sudah pakai strategi ini.

Selain aplikasi game, apa lagi yang ditawarkan pada pengguna di Indonesia?

Sticker gratis. Pengguna Indonesia sangat suka dengan sticker. Kami bisa rencanakan untuk memberikan stricker yang bisa diunduh gratis untuk beberapa pekan tertentu bagi pengguna di Indonesia.

Adakah peningkatan fitur, misalnya bisa video-chatting atau video-calling?

Kami masih menyediakan video messenger. Kalau fitur video chatting, butuh kualitas akses jaringan yang stabil. Video calling bisa menjadi langkah yang salah jika kualitas jaringan yang buruk.

Kami harus meningkatkan kemampuan mesin dan jaringan dulu.

prama1 02/04/2013 Bagus,semoga BBM benar2 tersingkir.BBM udh bikin bangsa gue jd gaptek & kehilangan kontak sosial.Gue dukung LINE utk terus bertambah penggunanya

View the original article here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: