Bos Apple Minta Maaf pada Pelanggan di China

VIVAnews – CEO Apple Tim Cook melakukan tindakan yang tak biasa pada Senin kemarin. Ia meminta maaf kepada para pelanggannya di China atas isu kebijakan garansi pelanggan, dan mengatakan akan meningkatkan layanan purna jual terhadap pelanggan di Negeri Tirai Bambu itu.

Permintaan maaf itu menjadi tontonan yang aneh. Pasalnya, seorang CEO yang secara langsung meminta maaf kepada pelanggan. Namun, keputusan itu dirasa sangat tepat, mengingat China berpotensi menjadi pasar bagi produk-produk Apple.

Permasalahan bermula ketika pada Hari Konsumen Internasional, salah satu televisi asal China, China Central Television (CCTV), pada 15 Maret 2013, menayangkan laporan investigasi beberapa perusahaan yang curang terhadap konsumen. Salah satu perusahaan itu adalah Apple.

Di tayangan investigasi itu, CCTV mengritik layanan purna jual iPhone kepada pelanggan di China. Apple hanya memberikan garansi satu tahun kepada pelanggan. Padahal, menurut aturan hukum di China, pelanggan harus mendapat garansi minimal dua tahun.

Selain itu, sumber yang sama mengatakan, pengguna juga harus merogoh kocek sebesar $90, setara Rp880 ribu, untuk mengganti penutup belakang jika rusak.

Awalnya, Apple bergeming, mengganggap kritik pedas itu angin lalu. Media-media di China tambah gencar menyerang perusahaan yang berkantor di Cupertino itu. Bahkan, salah satu media resmi dari Partai Komunis China, People’s Daily, menuliskan sebuah judul “Kesombongan Apple Tak Tertandingi”.

Namun, akhirnya pada Senin kemarin, Tim Cook membuat surat terbuka untuk pelanggan Apple di China.

“Kami menyadari telah terjadi komunikasi yang kurang baik dalam masalah ini. Akibatnya, banyak anggapan miring terhadap Apple, yang menyebutkan kami arogan dan tidak peduli dengan kritik konsumen. Kami  memohon maaf teramat sangat dan prihatin dengan kesalahpahaman ini,” tulis Tim Cook, dilansir The New York Times, 2 April 2013.

Menurut Anna Han, Profesor Hukum di Santa Clara University, surat permintaan maaf dari Tim Cook adalah taktik yang cerdas. Tindak lanjut yang dilakukannya yaitu mengubah kebijakan garansi.

“Itu adalah angin segar bagi Apple untuk melakukan bisnis di China dengan mendekati pemerintah setempat,” ujar Han.

Seperti diketahui, popularitas Apple terus meningkat di China. Pada tahun lalu, pendapatannya mencapai US$20 miliar, atau sekitar Rp194 triliun.

Bahkan, penjualan pada kuartal pertama tahun ini diproyeksi naik sembilan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (eh)

View the original article here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: